Bukti Cinta dan Kasih.
Apa yang menjadi bukti cinta dan kasih kita pada seseorang?
Mungkin ini adalah pertanyaan yang mempunyai 1001 jawaban. Kalau jawaban saya pribadi adalah perhatian dan empati.
Perhatian, ini adalah tanda yang pertama cinta dan kasih kita. Memperhatikan semua yang terjadi pada dirinya, memperhatikan apa yang menjadi kesukaannya, menjauhi apa yang tidak disukai orang yang kita cinta dan kasihi.
Kedua adalah empati. Empati adalah merasakan apa yang sedang dirasa oleh orang yang kita cinta dan kasihi. Kalau dia susah maka itu adalah kesusahan kita juga dan kita berusaha untuk meringankan kesusahannya. Kalau dia sedih, kitapun turut sedih dan jika dia gembira dan bahagia maka kegembiraan dan kebahagiaannya juga merupakan milik kita seutuhnya.
Inilah dua tanda kita mencintai dan mengasihi, baik itu untuk suami atau istri kita, orang tua kita, saudara kita atau sahabat kita. Tanpa perhatian dan empati, maka cinta dan kasih yang terucap hanyalah sesuatu yang palsu.
Mungkin ini adalah pertanyaan yang mempunyai 1001 jawaban. Kalau jawaban saya pribadi adalah perhatian dan empati.
Perhatian, ini adalah tanda yang pertama cinta dan kasih kita. Memperhatikan semua yang terjadi pada dirinya, memperhatikan apa yang menjadi kesukaannya, menjauhi apa yang tidak disukai orang yang kita cinta dan kasihi.
Kedua adalah empati. Empati adalah merasakan apa yang sedang dirasa oleh orang yang kita cinta dan kasihi. Kalau dia susah maka itu adalah kesusahan kita juga dan kita berusaha untuk meringankan kesusahannya. Kalau dia sedih, kitapun turut sedih dan jika dia gembira dan bahagia maka kegembiraan dan kebahagiaannya juga merupakan milik kita seutuhnya.
Inilah dua tanda kita mencintai dan mengasihi, baik itu untuk suami atau istri kita, orang tua kita, saudara kita atau sahabat kita. Tanpa perhatian dan empati, maka cinta dan kasih yang terucap hanyalah sesuatu yang palsu.

11 Komentar:
Betapa idealnya bukti cinta kasih itu apabila penjabarannya sedemikian, tapi kadangkala keegoisan pun timbul tanpa kita sadari telah melukai orang yang dicintai.
Manakalah kita dalam keadaan bahagia maka timbulah devinisi bukti cinta kasih yang begitu ideal. Tapi jangan lupa; saat bentuk perhatian pupus maka terpuruklah segalah cinta kasih itu.
Cinta dan kasih itu tak perlu di terjemahkan sebegitu idealnya tapi wujudkan dalam segala aktivitas kita setiap detik !!!
Egois adalah bukti bahwa cinta dan kasih yang terucap adalah cinta kasih yang semu.
Cinta kasih yang sejati, adalah cinta kasih tanpa keegoisan, selalu penuh pengertian dan memilik empati.
Cinta kasih yang sejati akan selalu ada dalam setiap keadaan, baik keadaan bahagia maupun keadaan menderita.
Pada beberapa kasus malah cinta dan kasih mereka BEGITU KUAT disaat dalam sedih dan penderitaan tapi gagal dipertahankan saat mereka masuk keadaan yang nyaman/bahagia.
Saat perhatian pupus maka secara otomatis cinta kasih itu akan terpuruk.
Mengapa? Karena perhatian dan empati adalah aktivitas utama wujud cinta kasih yang sejati.
Pada dasarnya kekuatan CINTA dan KASIH terjadi karena sebuah KOMITMEN yang KOKOH, seberapa kuatnya CINTA dan KASIH itu tanpa KOMITMEN yang KOKOH, itu hanya CINTA dan Kasih yang semu.OK.
Kalau cinta kasih diwujudkan perhatian dan empati, Setuju skali.
Saya salut pada Bapak, seorang yang gigih dan ulet, juga knowlages-nya (luas), saya amati "bisnis trading masih" ok.
Komitmen, adalah kesepakatan antara 2 pihak. Komitmen antara pasangan yang satu dan pasangan yang lain pasti akan berbeda, tergantung dai latar belakang pendidikan, budaya, agama, dan banyak hal lainnya.
Sedangkan PERHATIAN dan EMPATI adalah sesuatu yang universal, tanpa memandang bangsa, budaya dan agama.
Terima kasih jika anda setuju bahwa perhatian dan simpati adalah wujud dari cinta kasih.
Terima kasih atas pujian anda.
Apa yang saya tuangkan dalam tulisan-tulisan saya diblog ini, sebenarnya adalah proses saya belajar menuangkan apa yang saya pikirkan dan apa yang saya rasakan tentang hidup dan kehidupan bernegara kita.
Jika itu mungkin berguna bagi orang lain saya sangat bersyukur.
Kalau soal bisnis tradingnya, belum OK karena saya belum konsisten memperoleh profit. Saya harus banyak belajar.
Komitmen juga bisa dilakukan oleh smua kalangan, tp cara mengejawantahkannya yang beda. Lainya Ok. Wass.
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda