28 Januari 2008

Air Mata Duka

Hari ini pak Harto akan dimakamkan. Tanpa terasa air mata duka menetes keluar dari mata ini. Betapa besar jasa-jasa beliau yang layak dikenang. Betapa baiknya keadaan dulu jika dibanding dengan sekarang.
Kebutuhan pokok tersedia, tak pernah antri minyak walau disisi lain kebebasan pers dibatasi. Memang kadang kita hanya menilai dari sisi negatifnya saja. Namun setelah sisi yang tidak baik menurut kita itu diciptakan sesuai keinginan kita maka sisi yang lainnya juga akan berubah.
Sekarang kebebasan ada dimana-mana namun kadang sudah tidak sesuai dgn etika yang ada. Kebebasan ada tapi kebutuhan pokok yang sangat penting harus antri. Kadang memang kita tidak pandai untuk bersyukur.
Selamat jalan pak Harto. Selamat jalan kembali kepencipta. Tolong maafkan kami yang tidak tahu berterima kasih. Selamat Jalan.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda